Akresi
accretion
Ringkasan Singkat
Bentuk pembelajaran melalui akumulasi asosiasi yang berulang atau penumpukan material di lingkungan yang menunjukkan tingkat tanggung jawab individu.
Dalam psikologi, akresi memiliki dua makna utama. Pertama, akresi merujuk pada bentuk pembelajaran yang dihasilkan dari efek kumulatif dari asosiasi dan penguatan (reinforcement) yang berulang-ulang seiring berjalannya waktu. Pengetahuan baru diserap secara bertahap tanpa secara mendasar mengubah struktur kognitif yang sudah ada, melainkan menambah detail pada skema yang telah terbentuk sebelumnya.
Kedua, akresi mengacu pada akumulasi objek atau materi di lingkungan fisik yang dapat mengindikasikan tingkat tanggung jawab atau perilaku individu yang menggunakan area tersebut. Contoh klasiknya adalah perilaku membuang sampah sembarangan (littering) yang menunjukkan akumulasi jejak perilaku manusia di suatu lokasi. Analisis akresi sering digunakan dalam penelitian observasional non-reaktif untuk memahami kebiasaan masyarakat tanpa harus bertanya langsung kepada subjek penelitian.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Rumelhart, D. E., & Norman, D. A. (1978). Accretion, tuning, and restructuring: Three modes of learning.
- Webb, E. J., et al. (1966). Unobtrusive Measures: Nonreactive Research in the Social Sciences.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.